Minggu, 13 November 2016

PERMATA INDAH ASMAAUL HUSNAA (57) AL-HAMIID ( YANG MAHA TERPUJI )

Allah swt menciptakan segala sesuatu dengan baik dan atas dasar kehendak-Nya sendiri tanpa paksaan, sehingga segala perbuatan-Nya menjadi sangat terpuji. Dia lah yang menciptakan dan menghidupkan segala sesuatu beserta sarana untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sifat terpuji yang disandarkan pada Allah bersifat alamiah, pasti, dan memaksa hamba-hamba-Nya untuk memuji seluruh ciptaan-Nya yang ada di langit dan di bumi.

Semua makhluk-Nya dituntut untuk mengabdi hanya kepada-Nya dengan memuji dan menyanjung kebesaran-Nya sebagai Maha Pencipta yang mencurahkan karunia dan rahmat-Nya tanpa perhitungan dan tidak dapat dikalkulasikan jumlahnya, salah satu ucapan syukur itu adalah memuji kebesaran-Nya karena memang Dia Al Hamiid, Yang Maha Terpuji;”Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, Hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah."(QS. 11; Huud ayat 73]

Allah Al Hamiid, Yang Maha Terpuji, nama-Nya selalu disebut dalam zikir para hamba-Nya dalam segala waktu dan kesempatan, dikagumi ciptaan-Nya yang penuh dengan keindahan dan kesempurnaan, hanya kepada-Nya sembah dan sujud dilakukan dan hanya kepada-Nya do’a dan pinta ditujukan, Dia mempunyai nama-nama yang indah yang terkenal dengan asmaul husna,”Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya. (QS> 17; al-Israa’ ayat 110-111)            

Allah Al Hamiid, Yang Maha Terpuji, pujian bukan hanya disampaikan melalui lisan atau ucapan saja, tapi muncul dari lubuk hati yang paling dalam dan dibuktikan dengan amal perbuatan setelah melalui perenungan dan pemikiran yang mengakui bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta semesta alam,  langit dan bumi beserta iisinya, Dia yang mempergilirkan siang dan malam dengan sangat teratur, menjadikan gelap dan cahaya, “Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.(QS. 6; al-An’aam ayat 1-3)

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?”. (QS. 34; Faathir ayat 1-3)
                      

Yaa Allah Yaa Hamiid Yang Maha Terpuji, Engkau Maha Suci, Maha Besar, Maha Mulia yang memberikan kemuliaan kepada hamba-Nya karena iman dan taqwa, tunjuki kami ya Allah untuk selalu berada dalam jalan yang lurus, tanpa bimbingan-Mu maka kami akan termasuk orang-orang yang sesat. “dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur”. (QS. 30; Ar-Ruum  ayat 18).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar