Allah
swt menciptakan segala sesuatu dengan baik dan atas dasar kehendak-Nya sendiri
tanpa paksaan, sehingga segala perbuatan-Nya menjadi sangat terpuji. Dia lah
yang menciptakan dan menghidupkan segala sesuatu beserta sarana untuk mencapai
kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sifat terpuji yang disandarkan pada Allah
bersifat alamiah, pasti, dan
memaksa hamba-hamba-Nya untuk memuji seluruh ciptaan-Nya yang ada di langit dan
di bumi.
Semua makhluk-Nya dituntut
untuk mengabdi hanya kepada-Nya dengan memuji dan menyanjung kebesaran-Nya
sebagai Maha Pencipta yang mencurahkan karunia dan rahmat-Nya tanpa perhitungan
dan tidak dapat dikalkulasikan jumlahnya, salah satu ucapan syukur itu adalah
memuji kebesaran-Nya karena memang Dia Al Hamiid, Yang Maha Terpuji;”Para Malaikat itu berkata: "Apakah
kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan
keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, Hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha
Terpuji lagi Maha Pemurah."(QS.
11; Huud ayat 73]
Allah Al Hamiid, Yang Maha Terpuji, nama-Nya selalu disebut dalam zikir para hamba-Nya
dalam segala waktu dan kesempatan, dikagumi ciptaan-Nya yang penuh dengan
keindahan dan kesempurnaan, hanya kepada-Nya sembah dan sujud dilakukan dan
hanya kepada-Nya do’a dan pinta ditujukan, Dia mempunyai nama-nama yang indah
yang terkenal dengan asmaul husna,”Katakanlah:
"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu
seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah
kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan
carilah jalan tengah di antara kedua itu" Dan katakanlah: "Segala
puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam
kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah
Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. (QS> 17; al-Israa’ ayat
110-111)
Allah Al Hamiid, Yang Maha Terpuji, pujian bukan hanya
disampaikan melalui lisan atau ucapan saja, tapi
muncul dari lubuk hati yang paling dalam dan dibuktikan dengan amal perbuatan setelah melalui perenungan dan pemikiran yang mengakui
bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta semesta alam,
langit dan bumi beserta iisinya, Dia yang mempergilirkan siang dan malam
dengan sangat teratur, menjadikan gelap dan cahaya, “Segala puji bagi Allah
Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun
orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. Dialah
Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu),
dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada
sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu
(tentang berbangkit itu). Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit
maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu
lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.(QS. 6; al-An’aam ayat
1-3)
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang
menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam
urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.
Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia
berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja
yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya
sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia,
ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat
memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?”. (QS.
34; Faathir ayat 1-3)
Yaa Allah Yaa Hamiid Yang
Maha Terpuji,
Engkau Maha Suci, Maha Besar, Maha Mulia yang memberikan kemuliaan kepada hamba-Nya karena iman dan taqwa,
tunjuki kami ya Allah untuk selalu berada dalam jalan
yang lurus, tanpa bimbingan-Mu
maka kami akan termasuk orang-orang yang sesat. “dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan
di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zuhur”.
(QS. 30; Ar-Ruum ayat 18).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar