Dengan sifat al-Fattaah terbukalah segala pintu
Maka rezki yang sempit jadi melimpah
Badan yang sakit jadi sehat
Otak yang bodoh jadi berilmu
Sang pecundang akan jadi pemenang
Maka penderitaan
berobah jadi kebahagiaan
Al-Fattah diambil dari akar kata fa-ta-ha,
yang berarti membuka. Makna dasar itu kemudian berkembang menjadi pemberi
kemenangan, Al-Fattaah berarti Allah
maha
Pembuka
segala penutup yang menghambat para mahkluk-Nya untuk meraihnya. Dengan
pertolongan-Nya, segala yang tertutup dan kalah menjadi terbuka dan menang.
Dengan hidayah-Nya, segala yang samar dan rumit menjadi terbuka. sifat al-Fattaah juga bisa diartikan
sebagai Pembuka jalan bagi hamba-hamba-nya untuk mencari dan menerima
kebenaran.
Dialah satu-satunya Pemegang anak kunci keghaiban dalam
masalah rezki, kesehatan, umur dan jodoh, sebafgaimana firman-Nya dalam Surat
6; al-An’am ayat 59 yang artinya:”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua
yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui
apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur
melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam
kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
Dan Dia pula pemegang haktunggal untuk mengaturnya,
dengan membuka atau menutupnya, mempermudah atau mempersuli, serta melapangkan
atau menyempitkannya. sesuai dengan yang
Dia kehendaki, bukan sesuai dengan kehendak kita, sesuai dengan firman-Nya yang
artinya:” Apa saja yang
Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang
dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun
yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. 35; Faathir ayat 2)
Adalah Allah swt yang memiliki sifat dan nama Al-Fattaah yang sebenar-benarnya,
sebab Dialah yang membuka segala hal yang tertutup. Hati yang tertutup dibuka melalui
pintu hidayah
sehingga terisi kebenaran dan jalinan cinta. Pikiran yang tertutup dibuka-Nya melalui ilmu
pengetahuan,
sehingga semua kesulitan dapat ditemukan jalan keluarnya, dan semua problem dapat
ditemukan solusinya. Pintu rezeki hamba yang tertutup dibuka oleh-Nya melalui
kegiatan ekonomi sehingga mereka menjadi kaya dan berkecukupan. Allah adalah Al-Fattaah
yang membuka segala kekurangan menjadi cukup, bahkan bisa melebihi kebutuhan..
Allahlah yang telah memberi kemenangan yang nyata kepada
Rasulullah dan kaum muslimin ketika berhasil merebut kembali kota Makkah,
sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat 48; al-Fath ayat 1-4 yang
artinya:” Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya
Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan
datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan
yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dia-lah
yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya
keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan
kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana.”
Dengan kemenangan
itu maka berbondong-bondonglah
manusia memasuki agama
Islam, sebagaimana dalam firman-Nya dalam surat110;
an-Nashr ayat 1-2 yang artinya: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan
kemenangan, dan kamu lihat menusia memasuki agama Allah secara berbondong-bondong.”
Keyakinan
kepada sifat al-Fattaah akan membuat kita termotivasi menghadapi kesulitan
hidup. tidak mudah patah arang dan putus asa hanya karena suatu kegagalan. Yang kita takutkan
hanya satu, yaitu bila Allah menutup pintu-Nya, dan membiarkan kita
terombang-ambing dalam keterpurukan. Dan untuk selanjutnya
bagaimana agar kita menjadi orang yang mampu untuk mencerdaskan orang-orang
yang bodoh, membebaskan orang-orang yang tertekan dan memberikan pekerjaan
kepada orang-orang yang menganggur serta membantu pengobatan orang-orang yang
sakit. Dan terbuka lebarlah pintu untuk berbahagia yang dinikmati secara
bersama-sama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar