Kamis, 25 Agustus 2016

PERMATA INDAH ASMAAUL HUSNAA ( 40 ) AL-MUQIIT ( YANG MAHA MEMENUHI KEBUTUHAN )

Betapa banyaknya makhluk ciptaan Allah, baik di darat atau di laut semuanya dicukupkan oleh Allah kebutuhan hidupnya, tanpa terkecuali apakah itu makhluk yang berakal atau tidak, apakah ia bisa bergerak atau diam di tempatnya saja, karena Allah telah menjamin rezeki semua ciptaan-Nya.

Allah swt berkuasa mutlak memberi rezeki yang mencukupi seluruh makhluk-Nya. Kata al-Muqiit juga berarti bahwa pada hakikatnya, Allah swt lah yang mengirim makanan ke dalam jasmani atau fisik setiap makhluk-Nya. Dengan demikian, seluruh eksistensi makhluk hidup yang ada di bumi dan di langit pada hakikatnya bergantung dan membutuhkan materi yang bersumber dari Allah. Satu-satunya sifat al-Muqiit yang disandarkan pada Allah terdapat dalam Q.S. 4; an-Nisaa’ ayat 85, “Siapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala). Dan siapa yang memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa). Allah Maha Kuasa mencukupkan balasan atas segala sesuatu”.

Allah yang menciptakan kehidupan ini, maka Dia pulalah yang memberikan rambu-rambunya agar kehidupan yang dilalui manusia tidak menabrak larangan yang akan mencelakakannya. Allah bersifat Al Muqiit, Pemberi Rambu-rambu Kehidupan. Dengan rambu-rambu itulah maka kehidupan di alam ini berjalan dengan baik, selaras dan seimbang, dengan rambu-rambu pula akan mengetahui tanda-tanda kehidupan yang akan dijalani dan menggali segala potensi alam yang memungkinkan untuk dieksplorasi. Siapa saja yang berani melanggar rambu-rambu itu maka Allah maha berkuasa untuk memberikan hukuman yang setimpal dengan pelanggaran itu.

Dialah yang menjaga dan mengawasi hamba-Nya dalam seluruh ritme kehidupan ini agar berhati-hati menjalaninya, hal itu untuk kebaikan hamba-Nya. Ada rambu-rambu untuk mengingatkannya agar beribadah seperti shalat dan puasa, ada pula rambu-rambu untuk menjauhi perbuatan terlarang seperti judi dan zina, ada pula rambu-rambu agar bersyukur kepada Allah dengan rezeki yang sudah diterima, dan bersabar ketika menghadapi cobaan, semua rambu-rambu itu telah diturunkan dan diabadikan sebagai kitab suci Al-Qur’an yang akan memimpin manusia ke jalan selamat, memelihara martabat manusia sehingga tetap dalam posisi suci, baik dan mulia, serta menjauhkan dari kejahatan yang berakibat mala petaka.


Banyak rambu-rambu dan tanda-tanda kehidupan yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu itu, Allah telah menyampaikan hal itu dalam beberapa firman-Nya yang disampaikan melalui lisan sang nabi. Dari Abu Dzarr al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., dalam apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘AzzaWaJalla bahwasanya Dia berfirman, “Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim. Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk.Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah Aku beri makan; maka mintalahmakan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian makan Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali orang yang telah Aku beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian pakaian. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa; maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian. Wahai para hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada-Ku sehingga kalian bisa membayakan-Ku dan tidak akan mampu menyampaikan manfa’at kepada-Ku sehingga kalian bisa memberi manfa’at pada-Ku. Wahai para hamba-Ku, andai kata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling takwa di antara kamu (mereka semua adalah ahli kebajikan dan takwa), maka hal itu (keta’atan yang diperbuat makhluk-red.,) tidaklah menambah sesuatu pun dari kekuasaan-Ku Wahai para hamba-Ku, andai kata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling fajir (bejad) di antara kalian (mereka semua ahli maksiat dan bejad), maka hal itu (kemaksiatan yang mereka perbuat-red.,) tidaklah mengurangi sesuatu pun dari kekuasaan-Ku. Wahai para hamba-Ku, andai kata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di bumi yang satu (satulokasi), lalu meminta kepada-Ku, lantas Aku kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barang siapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barang siapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.(HR.Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar