Betapa banyaknya
makhluk ciptaan Allah, baik di darat atau di laut semuanya dicukupkan oleh
Allah kebutuhan hidupnya, tanpa terkecuali apakah itu makhluk yang berakal atau
tidak, apakah ia bisa bergerak atau diam di tempatnya saja, karena Allah telah
menjamin rezeki semua ciptaan-Nya.
Allah swt berkuasa mutlak memberi
rezeki yang mencukupi seluruh makhluk-Nya. Kata al-Muqiit juga berarti bahwa pada
hakikatnya, Allah swt lah yang mengirim makanan ke dalam jasmani atau fisik
setiap makhluk-Nya. Dengan demikian, seluruh eksistensi makhluk hidup yang ada
di bumi dan di langit pada hakikatnya bergantung dan membutuhkan materi yang
bersumber dari Allah. Satu-satunya sifat al-Muqiit yang disandarkan pada Allah terdapat
dalam Q.S. 4; an-Nisaa’ ayat 85, “Siapa yang memberikan
syafa'at yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala). Dan siapa yang
memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa). Allah Maha
Kuasa mencukupkan balasan atas
segala sesuatu”.
Allah yang
menciptakan kehidupan ini, maka Dia pulalah yang memberikan rambu-rambunya agar
kehidupan yang dilalui manusia tidak menabrak larangan yang akan
mencelakakannya. Allah bersifat Al Muqiit, Pemberi Rambu-rambu Kehidupan. Dengan rambu-rambu
itulah maka kehidupan di alam ini berjalan dengan baik, selaras dan seimbang,
dengan rambu-rambu pula akan mengetahui tanda-tanda kehidupan yang akan
dijalani dan menggali segala potensi alam yang memungkinkan untuk dieksplorasi. Siapa saja yang
berani melanggar rambu-rambu itu maka Allah maha berkuasa untuk memberikan
hukuman yang setimpal dengan pelanggaran itu.
Dialah yang menjaga dan mengawasi hamba-Nya dalam seluruh ritme kehidupan ini agar berhati-hati menjalaninya, hal itu untuk kebaikan hamba-Nya. Ada rambu-rambu untuk mengingatkannya agar
beribadah seperti shalat dan puasa, ada pula
rambu-rambu untuk menjauhi perbuatan terlarang seperti judi dan zina, ada pula rambu-rambu agar
bersyukur kepada
Allah dengan rezeki
yang sudah diterima, dan bersabar
ketika menghadapi cobaan, semua rambu-rambu itu telah diturunkan dan diabadikan
sebagai kitab suci Al-Qur’an yang akan memimpin manusia ke jalan selamat, memelihara
martabat manusia sehingga tetap dalam posisi suci, baik dan mulia, serta menjauhkan
dari kejahatan yang berakibat mala petaka.
Banyak
rambu-rambu dan tanda-tanda kehidupan yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya
agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu itu, Allah telah menyampaikan hal itu
dalam beberapa firman-Nya yang disampaikan melalui lisan sang nabi. Dari Abu Dzarr al-Ghifary
RA., dari Nabi
SAW., dalam apa
yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘AzzaWaJalla bahwasanya Dia berfirman, “Wahai para hamba-Ku,
sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku
perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim. Wahai para hamba-Ku,
setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian
petunjuk.Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah Aku beri makan; maka mintalahmakan kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian
makan Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali
orang yang telah Aku beri pakaian;
maka mintalah pakaian kepada-Ku,
niscaya Aku beri kalian pakaian. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa;
maka minta ampunlah kepada-Ku,
niscaya Aku ampuni kalian. Wahai para hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada-Ku sehingga kalian bisa membayakan-Ku dan tidak akan mampu menyampaikan manfa’at kepada-Ku
sehingga kalian bisa memberi manfa’at pada-Ku. Wahai para hamba-Ku, andai kata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati
orang paling takwa di antara kamu
(mereka semua adalah ahli kebajikan dan takwa), maka hal itu
(keta’atan yang diperbuat makhluk-red.,)
tidaklah menambah sesuatu pun dari kekuasaan-Ku Wahai para hamba-Ku,
andai kata hati generasi terdahulu dan akhir dari
kalian, golongan manusia dan jin kalian
sama seperti hati orang paling fajir (bejad) di antara kalian
(mereka semua ahli maksiat dan bejad),
maka hal itu (kemaksiatan yang mereka perbuat-red.,) tidaklah mengurangi sesuatu
pun dari kekuasaan-Ku. Wahai para hamba-Ku,
andai kata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di bumi yang satu (satulokasi),
lalu meminta kepada-Ku, lantas Aku kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-Ku kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan. Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian Aku cukupkan buat kalian; barang siapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barang siapa
yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.”(HR.Muslim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar