Rabu, 24 Agustus 2016

PERMATA INDAH ASMAAUL HUSNAA ( 26 ) AL-MUDZILL ( YANG MAHA MENGHINAKAN )

Langit dan bumi tidak bersedih dan tidak pula menangisi kehinaan yang ditimpakan oleh Allah kepada Qarun yang tidak bisa menyelamatkan dirinya dan tidak bisa dibela oleh hartanya yang begitu banyak, karena hartanya itu malah menjadi sebab kehinaannya. Begitu juga tidak ada yang meratapi kematian Fir’aun yang dihinakan oleh Allah dengan tenggelam di tengah lautan. Istana megah dan kemewahannya langsung saat itu juga dengan tiba-tiba berpindah tangan menjadi milik orang lain.

Allah swt berkuasa menghinakan para makhluk-Nya yang berbuat aniaya dan kejelekan. Dia berkuasa mutlak mencabut kekuasaan yang disandang hamba-hamba-Nya hingga menjadi terhina. Allah swt berkuasa menghinakan hamba-hamba-Nya. Dia berkuasa mutlak untuk mencabut kemuliaan dan kekuasaan pada siapa pun yang dikehendaki-Nya hingga menjadi terhina. Kehinaan yang besumber dari Allah bersifat langgeng atau abadi, kecuali Dia sendiri yang mencabutnya. Kata al-Mudzill sebagai kata sifat (subyek) tidak ditemukan dalam al-Quran, yang ada adalah kata kerja berupa yudzillu atau tudzillu yang berarti menghinakan, seperti disebutkan dalam Q.S. 3; Ali Imran ayat 26. Yang artinya:” Engkaulah yang memuliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau pula yang menghinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Lafal Al-Mudzill mempunyai arti atau mengandung makna bahwa Allah adalah Dzat yang menundukkan orang yang dikehendaki-Nya dengan jalan menghinakannya Sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya, atas dasar ilmu dan keadilan-Nya Misalnya, Allah menghinakan orang-orang musyrik, kafir, dan munafik karena kedurhakaan mereka. Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya, tetapi hamba itulah yang mendzalimi dirinya sendiri.


Seorang Muslim yang menyadari hakikat al-Mudzill senantiasa hati-hati dalam menggunakan harta kekayaannya. Ia tidak semena-mena membelanjakannya, apalagi untuk kemaksiatan. Sebaliknya, seluruh hartanya hanya dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, menyantuni fakir miskin, keperluan dakwah dan jihad fi sabilillah.

Di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa orang-orang yang menjauhkan diri dari Allah dan mengingkari ayat-ayat-Nya akan ditimpakan kehinaan. Salah satu dari mereka adalah orang-orang Yahudi yang tidak mau beriman kepada Rasulullah, sebagaimana diceritakan dalam Al Qur'an surat 3; Ali 'Imran ayat 112 yang artinya:”Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.”

Dalam sebuah hadis qudsy Allah berfirman,“Wahai manusia! Wahai budak-budak uang! Aku menjadikan uang agar engkau dapat menikmati rizki-Ku, mengenakan pakaian-Ku, dan agar kalian semua bertasbih dan menyucikan diri-Ku. Tetapi ternyata kalian mengambil kitab suci-Ku, lalu engkau letakkan di belakangmu dan engkau mengambil uang lalu engkau letakkan di atas kepalamu. Kau agung-agungkan rumahmu dan kau remehkan rumah-Ku. Sungguh engkau bukanlah manusia pilihan, bukan orang-orang yang merdeka. Tapi engkau adalah para budak dunia. Sekumpulan manusia sepertimu laksana kuburan yang dibangun dengan tembok. Sepintas dari luar tampak cantik molek, tetapi di dalamnya jelek. Begitu pula dengan sikapmu, sepintas kalian berbuat baik, simpatik, dan penuh kasih kepada orang lain dengan mulutmu yang manis dan perbuatanmu yang manis memikat, tetapi sesungguhnya hatimu keras dan kasar, serta budi pekertimu sangat nista. Wahai manusia! Bersihkan perbuatanmu dari noda, lalu mintalah kepada-Ku. Sungguh Aku memberi kepadamu lebih banyak lagi dari apa yang dimintakan para peminta.”


Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat. Sungguh Engkau tidak pernah mengingkari janji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar