Kamis, 25 Agustus 2016

PERMATA INDAH ASMAAUL HUSNAA ( 39 ) AL-HAFIIZH ( YANG MAHA MEMELIHARA )

Dengan Pemeliharaan Allah kita yang berasal dari setetes air yang hina bertumbuh dan berkembang secara bertahap. Sembilan bulan dalam rahim ibu yang gelap kita dijaga oleh Allah, lalu lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, lemah dan bodoh. Dengan kasih sayang ibu kita dirawat dan dibesarkan. Setelah belajar dan berusaha kita sudah seperti sekarang ini, tapi ingatlah semuanya akan berakhir dengan kematian dan kita akan diminta untuk mempertanggung jawabkan segala yang kita miliki dan kita kerjakan.

Allah swt memiliki pemeliharaan yang senantiasa melestarikan segala yang ada dari kepunahan. Allah swt juga melestarikan terjadinya harmoni dari dua hal yang bertentangan: atas-bawah, langit-bumi, bulan-bintang, dan lainnya. Sifat al-Hafiizh juga memiliki arti bahwa segala sesuatu tanpa pemeliharan dari Allah akan mengalami kebinasaan yang kehancuran. Pemeliharaan dari Allah senantiasa aktif dan tidak pernah keliru. Segala keharmonisan penciptaan yang ada di langit dan di bumi tidak kepas dari pemeliharaan Allah di dalamnya. Kata al-Hafiizh disandarkan pada Allah dan sebagian hamba-hamba-Nya. Dalam Q.S. 12; Yūsuf ayat 55 menceritakan tentang sifat hafiizh (pandai menjaga atau memelihara) nabi Yusuf as. Sedang pada Q.S. 4; an-Nisā' ayat 80 berisi penegasan Allah swt pada nabi Muhammad tidak bertugas sebagai hafiizh (pemelihara atau penjaga) segala perbuatan dosa dan kesalahan kaumnya, juga tidak bertanggung jawab atas kesesatan yang dialami mereka.

Allah dengan sifat-Nya Al Hafiizh adalah sebagai Pemelihara segala sesuatu punya hak mutlak untuk menentukan kelanggengan dan keabadian dunia ini, sehingga siapa saja yang tidak ikut bersama Allah untuk menyelamatkannya maka ada upaya lain yang lebih dahsyat terjadi pada kehidupan manusia yaitu pergantian generasi, dimana Allah akan menghancur leburkan orang orang yang ingkar setetelah mereka lebih dahulu diajak dan disadarkan, tetapi mereka menolak untuk beriman dan membangkang terhadap perintah Allah dan ajakan Rasul-Nya.

Allah telah memelihara generasi tauhid ini sejak kenabian Muhammad Saw, hingga pada masa yang akan datang dan Diapun telah menyebutkan bahwa ummat Islam adalah ummat terbaik dibandingkan ummat terdahulu karena ada kelebihan yang menggunggulinya. Allah berfirman dalam surat 3; Ali Imran ayat 110 yang artinya:"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".

Keberadaan dunia ini harus dijaga dan dipelihara kelestariannya, yang mampu menjaga hanyalah Allah dan orang-orang yang shaleh, yang sudah dipilih melalui seleksi yang ketat diantara sekalian makhluk-Nya, iman dan kafir menjadi sebuah pilihan dalam hidup, beruntunglah manusia yang mendapat hidayah dari Allah sehingga beriman dengan bukti-bukti keimanannya dan merugilah orang-orang yang tidak mendapat hidayah, tenggelam dalam kekafiran, semuanya akan ada balasannya dari Allah Allah berfirman dalam surat 18; al-Kahfi yang artinya:"Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”.

Al Hafiizh, berarti Allah Pemelihara Segala Sesuatu, Dia menentukan segala sesuatu untuk dihancurkan atau diselamatkan, Dia berhak untuk Membiarkan atau Memeliharanya karena Dia adalah Pemelihara segalanya. Dia berhak untuk memelihara aib hamba-Nya dan berhak pula untuk membuka dan membeberkan aib itu kepada makhluk lainnya. Dialah yang berhak untuk memelihara, Yang Dipelihara-Nya akan terjaga dengan baik, kehadiran manusia di dunia ini dan jenis makhluk lainnya mengalami proses yang sangat panjang sekali, proses itu membutuhkan penjagaan dan pemeliharaan dari yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT.


Cara yang paling baik agar kita termasuk orang yang berda dalam pemelharaan Allah adalah dengan meyakini bahwa Dialah Tuhan yang mampu memelihara semesta alam, kita laksanakan perintah-perintah-Nya dan kita jauhi larangan-larangan-Nya, dan kita berserah diri kepada kebijakan-Nya dengan selalu bertawakkal kepada-Nya, Cukuplah Allah sebagai Pemimpin, Pelindung dan penolong kita karena Dia adalah Sebaik-baik Pemimpin, Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar