Dengan Pemeliharaan Allah kita yang berasal
dari setetes air yang hina bertumbuh dan berkembang secara bertahap. Sembilan
bulan dalam rahim ibu yang gelap kita dijaga oleh Allah, lalu lahir ke dunia
tidak membawa apa-apa, lemah dan bodoh. Dengan kasih sayang ibu kita dirawat
dan dibesarkan. Setelah belajar dan berusaha kita sudah seperti sekarang ini,
tapi ingatlah semuanya akan berakhir dengan kematian dan kita akan diminta
untuk mempertanggung jawabkan segala yang kita miliki dan kita kerjakan.
Allah swt memiliki pemeliharaan yang senantiasa
melestarikan segala yang ada dari
kepunahan. Allah swt juga melestarikan terjadinya harmoni dari dua hal yang
bertentangan: atas-bawah, langit-bumi, bulan-bintang, dan lainnya. Sifat al-Hafiizh juga memiliki arti bahwa
segala sesuatu tanpa pemeliharan dari Allah akan mengalami kebinasaan yang
kehancuran. Pemeliharaan dari Allah senantiasa aktif dan tidak pernah keliru.
Segala keharmonisan
penciptaan yang ada di langit dan di bumi tidak kepas dari pemeliharaan Allah di
dalamnya. Kata al-Hafiizh
disandarkan pada Allah dan sebagian hamba-hamba-Nya. Dalam Q.S. 12; Yūsuf ayat 55 menceritakan tentang
sifat hafiizh
(pandai menjaga atau memelihara) nabi Yusuf as. Sedang pada Q.S. 4; an-Nisā' ayat 80 berisi penegasan Allah
swt pada nabi Muhammad tidak bertugas sebagai hafiizh (pemelihara atau penjaga) segala
perbuatan dosa dan kesalahan kaumnya, juga tidak bertanggung jawab atas
kesesatan yang dialami mereka.
Allah dengan sifat-Nya Al
Hafiizh adalah sebagai Pemelihara segala
sesuatu punya hak mutlak untuk menentukan kelanggengan dan keabadian dunia ini,
sehingga siapa saja yang tidak ikut bersama Allah untuk menyelamatkannya maka
ada upaya lain yang lebih dahsyat terjadi pada kehidupan manusia yaitu
pergantian generasi, dimana Allah akan menghancur leburkan orang orang yang
ingkar setetelah mereka lebih dahulu diajak dan disadarkan, tetapi mereka
menolak untuk beriman dan membangkang terhadap perintah Allah dan ajakan
Rasul-Nya.
Allah
telah memelihara generasi tauhid ini sejak kenabian Muhammad Saw, hingga pada
masa yang akan datang dan Diapun telah menyebutkan bahwa ummat Islam
adalah ummat terbaik dibandingkan ummat terdahulu karena ada kelebihan yang
menggunggulinya. Allah berfirman dalam surat 3; Ali Imran ayat 110 yang artinya:"Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli
Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".
Keberadaan dunia ini harus dijaga dan
dipelihara kelestariannya, yang mampu menjaga hanyalah Allah dan
orang-orang yang shaleh, yang sudah dipilih melalui seleksi yang ketat diantara
sekalian makhluk-Nya, iman dan kafir menjadi sebuah pilihan dalam hidup,
beruntunglah manusia yang mendapat hidayah dari Allah sehingga beriman dengan
bukti-bukti keimanannya dan merugilah orang-orang yang tidak mendapat hidayah,
tenggelam dalam kekafiran, semuanya akan ada balasannya dari Allah Allah berfirman dalam surat 18; al-Kahfi yang
artinya:"Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka
barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang
ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi
orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka
meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang
mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat
istirahat yang paling jelek”.
Al Hafiizh, berarti Allah Pemelihara Segala Sesuatu, Dia menentukan segala sesuatu untuk dihancurkan atau diselamatkan, Dia berhak untuk Membiarkan atau Memeliharanya karena Dia adalah Pemelihara segalanya. Dia berhak untuk memelihara aib hamba-Nya dan berhak pula untuk membuka dan membeberkan aib itu kepada makhluk lainnya. Dialah
yang berhak untuk memelihara,
Yang Dipelihara-Nya akan terjaga dengan baik,
kehadiran manusia di dunia ini dan jenis makhluk lainnya mengalami
proses yang sangat panjang sekali,
proses itu membutuhkan penjagaan dan pemeliharaan dari
yang Maha Kuasa yaitu
Allah SWT.
Cara yang paling baik agar kita termasuk
orang yang berda dalam pemelharaan Allah adalah dengan meyakini bahwa Dialah
Tuhan yang mampu memelihara semesta alam, kita laksanakan perintah-perintah-Nya
dan kita jauhi larangan-larangan-Nya, dan kita berserah diri kepada
kebijakan-Nya dengan selalu bertawakkal kepada-Nya, Cukuplah Allah sebagai
Pemimpin, Pelindung dan penolong kita karena Dia adalah Sebaik-baik Pemimpin,
Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar